Perbedaan Periodisasi dan Kronologi dalam Sejarah

 

A. Periodisasi

Periodisasi atau pembabakan waktu adalah salah satu proses strukturisasi waktu dalam sejarah dengan pembagian atas beberapa babak, zaman atau periode. Peristiwa-peristiwa masa lampau yang begitu banyak dibagi-bagi dan dikelompokkan menurut sifat, unit, atau bentuk sehingga membentuk satu kesatuan waktu tertentu. Periodisasi atau pembagian babakan waktu merupakan inti cerita sejarah. Adapun tujuan periodisasi adalah sebagai berikut:
  1. Melakukan penyederhanaan peristiwa sejarah
  2. Memudahkan klasifikasi dalam ilmu sejarah
  3. Mengetahui peristiwa sejarah secara kronologis
  4. Memudahkan pemahaman
  5. untuk memenuhi persyaratan sistematika ilmu pengetahuan
Periodisasi juga dapat dibuat menurut urutan pergantian dinasti-dinasti. Sejarah Mesir Kuno dan Cina Kuno misalnya, adalah contoh periodisasi yang lazim digunakan; demikian juga sejarah Jawa. Contoh Periodisasi Sejarah Cina:
  1. Dinasti Shang : 1450 -1050 SM
  2. Dinasti Chou : 1050 -247 SM
  3. Dinasti Chin : 256 - 207 SM
  4. Dinasti Han : 206 SM - 220 M
  5. Dinasti Sui : 580 - 618 M
  6. Dinasi Tang : 618 - 906 M
  7. Dinasti Mongol : 1280 - 1369 M
  8. Dinasti Ming : 1368 - 1644 M
  9. Dinasti Manchu : 1644 - 1911 M
  10. Republik : 1911 - ............. 

B. Kronologi


Ilmu sejarah meneliti dan mengkaji peristiwa kehidupan manusia masa lampau; jadi menyangkut konsep waktu. Adapun konsep waktu dalam sejarah berdimensi tiga, yakni masa lalu, masa sekarang, dan masa yang akan datang (the past, the present, and the future). Itulah pemenggalan waktu atas dasar kesadaran manusia. Jika batas-batas waktu dalam tiga dimensi dahulu, sekarang dan yang akan datang dihilangkan, maka sang waktu benar-benar tidak berpangkal dan tidak berujung. Begitulah penentuan waktu, sangat penting sekali sebagai batas tinjauan kerangka gerak sejarah. Dalam ilmu sejarah, dimensi waktu merupakan unsur penting.
Waktu perlu dibuat batasan awal dan akhir yang disebut kurun waktu atau babakan waktu (periode/periodisasi) secara berurutan (succession), yaitu prinsip kronologi dalam sejarah. Menurut Alexander D. Xenopol, peristiwa berulang dipelajari oleh Ilmu Pengetahuan Alam (IPA); sedangkan peristiwa berurutan merupakan obyek studi sejarah sebagai ilmu. Dengan demikian peristiwa berurutan merupakan obyek studi sejarah sebagai ilmu, karena sejarah menitikberatkan urutan (succession, chronology) sebagai pokok penelitian. Urutan yang dimaksud adalah pertumbuhan dan perkembangan dalam esensi pengertian perubahan, baik evolusi maupun revolusi.

0 Response to "Perbedaan Periodisasi dan Kronologi dalam Sejarah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel