Sejarah Berdirinya Candi Borobudur di Indonesia

 Sekilas tentang Candi Borobudur

Banyak buku yang menceritakan tentang sejarah berdirinya Candi Borobudur. Candi Borobbudur merupakan candi budha terkenal di Indonesia dan menjadi salah satu monumen budha terbesar di dunia. Terletak di Kabupaten Magelang provinsi Jawa Tengah, Indonesia.
Menurut sejarah, Candi Borobudur dibangun antara abad 8 dan 9 oleh Dinasti yang berkuasa pada masa itu, yaitu Dinasti Sailendra. Tidak seperti candi pada umumnya yang dibangun di area datar, Candi Borobudur dibangun di atas tanah bukit dengan ketinggian 265 m dpl dan 15 m di atas danau purba yang sudah kering. Kemudian pada abad 14 Masehi, Candi Borobudur mulai ditinggalkan karena melemahnya pengaruh agama Hindu dan Budha di pulau Jawa. Selain itu juga dipengaruhi oleh mulai masuknya agama Islam di Indonesia.
Candi Borobudur mulai dikenal dunia kembali setelah ditemukan oleh pasukan Inggris di Indonesia di bawah pimpinan Sir Thomas Stamford Raffle pada tahun 1814 yang saat itu menjabat sebagai gubernur jenderal di pulau Jawa. Sejak saat itu area Candi Borobudur mulai dibersihkan, Pada tahun 1835, Candi Borobudur dapat dibersihkan secara keseluruhan.

Pembangunan Candi Borobudur

Tidak banyak buku dan sumber yang menjelaskan asal usul Candi Borobudur secara jelas. Penjelasan tentang candi Borobudur pertama kali pada buku yang berjudul "Sejarah Pulau Jawa", karya Sir Thomas Stamford Raffle. Waktu pembangunan candi pun diperkirakan berdasarkan perbandingan antara  jenis aksara yang ditulis di kaki tertutup Karmawibhangga dengan jenis aksara yang lazim digunakan pada prasasti kerajaan abad ke-8 dan ke-9. Candi Borobudur diperkirakan dibangun dengan menghabiskan waktu 75 - 100 tahun lebih dan benar-benar selesai pada tahun 825 M pada masa pemerintahan raja Samaratungga.

Tahap Pembangunan Candi Borobudur

Awalnya, para ahli arkeologi menduga bahwa rancangan awal Candi Borobudur merupakan stupa tunggal yang sangat besar di puncaknya. Diduga  karena stupa yang terlalu besar dan berat ini berpengaruh pada tubuh dan kaki candi sehingga mudah roboh. Kemudian para perancang Candi Borubudur waktu itu memutuskan untuk membongkar stupa raksasa ini dan mengganti menjadi tiga barisan stupa kecil dan satu stupa induk seperti sekarang. Berikut adalah perkiraan tahap pembangunan candi Borobudur:
  1. Tahap pertama: Seperti telah dijelaskan sebelumnya, candi Botobudur dibangun di atas bukit alami dan terdapat danau purba yang sudah mengering. Pada tahap awal, bagian atas bukit diratakan dan pelataran datar diperluas. Hal ini dilakukan agar mendapatkan permukaan tanah yang rata di atas bukit.Kemudian di bangun dasar candi berupa tiga undakan.
  2. Tahap kedua: Penambahan dua undakan persegi dan satu undakan melingkar yang di atasnya dibangun stupa tunggal yang sangat besar.
  3. Tahap ketiga: Terjadi perubahan rancangan, undak atas lingkaran dengan stupa tunggal induk besar dibongkar dan diganti tiga undak lingkaran. Stupa-stupa yang lebih kecil dibangun berbaris melingkar pada pelataran undak-undak ini dengan satu stupa induk yang besar di tengahnya. Karena alasan tertentu pondasi diperlebar, dibangun kaki tambahan yang membungkus kaki asli sekaligus menutup relief Karmawibhangga. Para arkeolog menduga bahwa Borobudur semula dirancang berupa stupa tunggal yang sangat besar memahkotai batur-batur teras bujur sangkar. Akan tetapi stupa besar ini terlalu berat sehingga mendorong struktur bangunan condong bergeser keluar. Patut diingat bahwa inti Borobudur hanyalah bukit tanah sehingga tekanan pada bagian atas akan disebarkan ke sisi luar bagian bawahnya sehingga Borobudur terancam longsor dan runtuh. Karena itulah diputuskan untuk membongkar stupa induk tunggal yang besar dan menggantikannya dengan teras-teras melingkar yang dihiasi deretan stupa kecil berterawang dan hanya satu stupa induk. Untuk menopang agar dinding candi tidak longsor maka ditambahkan struktur kaki tambahan yang membungkus kaki asli. Struktur ini adalah penguat dan berfungsi bagaikan ikat pinggang yang mengikat agar tubuh candi tidak ambrol dan runtuh keluar, sekaligus menyembunyikan relief Karmawibhangga pada bagian Kamadhatu.
  4. Tahap Keempat: Ada perubahan kecil seperti penyempurnaan relief, penambahan pagar langkan terluar, perubahan tangga dan pelengkung atas gawang pintu, serta pelebaran ujung kaki.

    0 Response to "Sejarah Berdirinya Candi Borobudur di Indonesia"

    Posting Komentar

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel