Sejarah Lengkap Manusia Purba di Indonesia dan Ciri-cirinya

Sejarah lengkap manusia purba di Indonesia | Pada pembahasan kali ini kita akan membahas berbagai jenis manusia purba yang pernah hidup di Indonesia. Sesungguhnya, kita bangsa Indonesia boleh bangga karena temuan-temuan manusia-manusia purba di Indonesia. Indonesia mendapat julukan museum manusia purba karena banyaknya situs manusia purba di Indonesia. Seorang dokter Belanda bernama Eugene Dubois merupakan peneliti pertama yang datang ke Indonesia dan meneliti manusia purba. Ia berhasil menemukan fosil tengkorak manusia purba di dekat desa Trinil, Ngawi, Jawa Timur (tahun 1889) dan diberi nama Pithecantropus Erectus.
Dunia sangat terkejut dengan hasil penelitian Eugene Dubois ini khusunya Paleoantropologi dan biologi. Hasil penelitian Eugene Dubois tersebut kemudian dipublikasikan di luar negeri dan sebagai hasilnya studi tentang manusia purba di Indonesia banyak di lakukan oleh para peneliti luar negeri untuk menemukan fosil manusia purba di Indonesia.
Peneliti luar negeri yang terkenal berikutnya adalah Von Koenigswald. Ia berhasil menemukan manusia purba di Ngandong, Kabupaten Blora yang diberi nama Homo Soloensis pada tahun 1931-1933. Pada tahun 1936 Von Koenigswald berhasil menemukan fosil tengkorak kanak-kanak di desa Perning dekat Mojokerto yang diberi nama Homo Mojokertensis. Kemudian pada tahun 1941 Von Koenigswald berhasil menemukan fosil rahang bawah manusia purba yang sangat besar dan kemudian diberi nama Megantropus Paleojavanicus. Dari beberapa temuan fosil manusia purba, maka dapat dikemukakan adanya beberapa jenis manusia purba di Indonesia sebagai berikut:
  1. Megantropus Paleojavanicus

    Fosil manusia purba jenis tertua ini ditemukan oleh Von Koenigswald pada tahun 1941 di Sangiran, Jawa Tengah. Diberinama Meganthropus Paleojavanicus karena dilihat dari struktur tulangnya, manusia ini memiliki ukuran yang sangat besar sehingga disebut Megantropus. Sedangkan nama Paleojavanicus diambil berdasarkan lokasi penemuannya. Dengan demikian Megantropus Paleojavanicus berarti manusia besar tua yang berasal dari Jawa. Manusia jenis ini hidup sekitas 20-15 juta tahun yang lalu. 
    Adapun ciri-ciri Megantropus Paleojavanicus adalah sebagai berikut:
  • Memiliki tulang pipi yang tebal dan kuat.
  • Otot kunyahnya kuat
  • Memiliki tonjolan belakang yang tajam
  • Tidak memiliki dagu
  • Perletakan otot tengkuk yang besar dan kuat
  • Perawakan tegap
  • Meakanannya tumbuh-tumbuhan.
                • Pithecantropus Erectus

                  Pithecantropus Erectus merupakan jenis fosil yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Fosil jenis ini banyak ditemukan di Mojokerto, Kedungbrubus, Trinil, Sangiran, Sambungmacan, dan Ngandong.
                  Pithecantropus Erectus adalah jenis manusia purba sejenis monyet (kera) yang ada sebelum Adam. Pithecantropus Erectus berarti manusia keram sedangkan Erectus berarti berjalan tegak. Dengan demikian, Pithecantropus Erectus berarti manusia kera yang dapat berjalan tegak.
                  Manusia purba jenis ini hidup di lembah-lembah atau di kaki pegunungan dekat perairan darat di Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang mungkin dahulu merupakan padang rumput dengan pohon-pohon yang jarang.
                  Fosil manusia ini pertama kali ditemukan oleh van Reitschotten yang merupakan seorang penggali pada tahun 1891. Selanjutnya fosil ini diteliti oleh Eugene Dubois.
                  Adapun ciri-ciri Pithecantropus Erectus adalah sebagai berikut:
                • Tinggi badan sekitar 165 - 180 cm
                • Volume otaknya sekitar 750-1350 cc
                • Bentuk tubuh dan anggota badannya tegap
                • Alat pengunyah dan tengkuknya kuat
                • Rahang besar dan kuat
                • Hidungnya tebal
                • Memiliki tonjolan kening tebal
                • Tidak memiliki dagu
                • Bagian belakang kepalanya menonjol
                                  • Jenis Pithecantropus Erectus yang temukan di Indonesia diantaranya dalah:
                                    1. Pithecanthropus Mojokertensis (manusia kera dari Mojokerto yang ditemukan oleh von Koeningsward pada tahun 1936 di Pucangan, sebelah utara Perning dan Mojokerto.
                                    2. Pithecanthropus Robustus artinya manusia kera yang besa dan kuat tubuhnya. Ditemukan oleh von Koeningsward pada tahun 1936 di lembah Bengawan Solo. 
                                    3. Pithecanthropus Soloensis (Manusia kera dari Solo) yang ditemukan oleh von Koeningsward, Ter Haar, Oppenoorth antara tahun 1931 - 1934 di Ngandong, Kabupaten Blora.
                                    4. Homo Wajakensis adalah manusia yang ditemukan oleh E. Dubois pada tahun 1889 di Wajak, dekat kota Tulungagung, Jawa Timur - di dekat sungai Brantas.
                                  • Homo Sapiens

                                    Homo Sapiens diperkirakan merupakan manusia purba yang bentuk fisiknya hampir sama dengan manusia modern saat ini. Manusia purba inilah pertama kali ditemukan di Wajak, Tulungagung Jawa Timur oleh Von Rietschoten pada tahun 1892. Jenis homo Sapiens merupakan manusia purba yang sudah cerdas dan mereka berasal dari zaman Holosen atau Alluvium yang hidup kurang lebih 20.000 tahun yang lalu. Kehidupan manusia ini sudah lebih maju dari manusia pendahulunya; mereka sudah pandai memasak, menguliti binatang buruannya dan kemudian membakarnya. 
                                    Adapun ciri-ciri manusia Homo Sapiens yang dipercaya sebagai nenek moyang manusia adalah sebagai berikut:
                                    1. Volume otaknya sekitar 1.000 - 1.200 cc
                                    2. Tinggi badannya 130-210 cm
                                    3. Otot tengkuknya telah mengalami penyusutan
                                    4. Alat kunyah dan rahangnya telah menyusut
                                    5. Muka tidak menonjol ke depan
                                    6. Berdiri dengan tegak dan bisa berjalan dengan sempurna.
                                    Terdapat dua jenis Homo Sapiens yang terkenal di Indonesia antara lain Homo Wajakkensis dan Homo Soloensis. Adapun yang perlu dicatat dan diketahui , nenek moyang bangsa Indonesia yang sekarang ini bukanlah manusia jenis Pithecanthropus sampai kepada Homo Soloensis atau Homo Wajakensis walaupun manusia tersebut terdapat di Indonesia. Mengapa? Karena kemungkinan manusia jenis itu beserta keturunanya sudah punah. Nenek moyang bangsa Indonesia  berasal dari luar Indonesia, yaitu dari daerah Vietnam, dan diperkirakan letaknya di daerah Tonkin.

                                  0 Response to "Sejarah Lengkap Manusia Purba di Indonesia dan Ciri-cirinya"

                                  Posting Komentar

                                  Iklan Atas Artikel

                                  Iklan Tengah Artikel 1

                                  Iklan Tengah Artikel 2

                                  Iklan Bawah Artikel