Pengukuran Sebagai Bagian dari Pengamatan

tamanilmu.com - Pengamatan objek menggunakan indra merupakan kegiatan penting untuk mendeskripsikan suatu benda. anda dapat  mengetahui bentuk dan ukuran benda melaui pengamatat, Dalam kegiatan Sehari-hari kita tidak bisa terlepas dari kegiatan mengukur dan di saat tidurpun kita berhubungan dengan alat ukur yang dinamakan jam beker, yang mana bisa  membantu kita mengatur kapan kita bangun tidur. Sedemikian pentingnya proses mengukur ini maka kita harus paham betul tentang arti dan proses mengukur itu sendiri. 
A.) Pengukuran 
     Mengukur yaitu membandingkan suatu besaran dengan besaran lain sejenis yang dipakai sebagai satuan. Nilai suatu besaran diperoleh melalui pengukuran. Pengukuran dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pengukuran langsung dan tidak langsung. Pengukuran langsung yaitu pengukuran besaran yang nilainya langsung ditunjukkan alat ukurnya. Contohnya laju kecepatan kendaraan langsung ditunjukkan oleh speedometer, sedabgkan tegangan listrik langsung ditunjukkan oleh voltmeter, dan masih banyak lagi.Pengukuran tak langsung yaitu pengukuran besaran yang nilainya tidak langsung ditunjukkan alat ukurnya, nilai besaran diperoleh dengan perhitungan matematik. Contohnya luas, diperoleh dari hasil pengukuran panjang dan lebar, massa jenis, diperoleh dari hasil bagi pengukuran massa dan volume benda.
B.) Besaran Pokok
      Besaran pokok yaitu besaran yang satuannya menjadi dasar penentuan satuan besaran lain.
C.) Panjang
      Panjang menggunakan satuan dasar SI meter (m). Satu meter standar (baku) sama dengan jarak yang ditempuh cahaya dalam ruang hampa selama 1/299792458 sekon. Untuk keperluan sehari-hari, telah dibuat alat-alat pengukur panjang tiruan dari meter standar. Selain meter, panjang juga dinyatakan dalam satuan-satuan yang lebih besar atau lebih kecil dari meter dengan cara menambahkan awalan-awalan.
contohnya sebagai berikut:
  •  1 kilometer (km) = 1.000 meter (m)
  • 1 sentimeter (cm) = 1/100 meter (m) atau 0,01 m
Sebaliknya, diperoleh 
  • 1 m = 1/1.000 km = 0,00
  •  1 km1 m = 100 cm
D.) MASSA
     Massa berasal dari bahasa Yunani, Massa yaitu suatu sifat fisika dari suatu benda yang digunakan untuk menjelaskan berbagai perilaku objek yang terpantau.Dalam kegiatan sehari-hari, massa biasanya disinonimkan dengan berat. Namun menurut pemahaman ilmiah modern, berat suatu objek diakibatkan oleh interaksi massa dengan medan gravitasi. Setiap benda tersusun dari materi. Jumlah materi yang terkandung dalam suatu benda disebut massa benda. Dalam SI, massa diukur dalam satuan kilogram (kg). Misalnya, massa tubuhmu 52 kg, massa seekor kelinci 3 kg, massa sekantong gula 1 kg. Dalam kehidupan sehari-hari, orang menggunakan istilah “berat” untuk massa. Namun, sesungguhnya massa tidak sama dengan berat. Massa suatu benda ditentukan oleh kandungan materinya dan tidak mengalami perubahan meskipun kedudukannya berubah. Sebaliknya, berat sangat bergantung pada kedudukan di mana benda tersebut berada. Sebagai contoh, saat astronot berada di bulan, beratnya tinggal 1/6 dari berat dia saat di bumi.
Massa suatu benda dapat diukur dengan neraca lengan, sedangkan berat diukur dengan neraca pegas. Neraca lengan dan neraca pegas termasuk jenis neraca mekanik. Sekarang banyak digunakan jenis neraca lain yang lebih praktis, yaitu neraca digital. Pada neraca digital, hasil pengukuran massa langsung muncul dalam bentuk angka dan satuannya. Selain kilogram (kg), massa benda juga dinyatakan dalam satuan-satuan lain. Misalnya, gram (g) dan milligram (mg) untuk massa-massa yang kecil; ton (t) dan kuintal (kw)untuk massa-massa yang besar :
  •  1 ton = 10 kw = 1.000 kg
  • 1 kg = 1.000 g
  •  1 g = 1.000 mg
E.) WAKTU
      Pengertian Waktu  sendiri yaitu  selang antara dua kejadian atau dua peristiwa. Misalnya, waktu hidup seseorang dimulai sejak ia dilahirkan hingga meninggal, waktu perjalanan diukur sejak mulai bergerak sampai dengan akhir gerak. Waktu dapat diukurdengan jam tangan atau stopwatch. Satuan SI untuk waktu adalah detik atau sekon (s). Satu sekon standar (baku) adalah waktu yang dibutuhkan atom Cesium untuk bergetar 9.192.631.770 kali. Berdasar jam atom ini, hasil pengukuran waktu dalam selang waktu 300 tahun tidak akan bergeser lebih dari satu sekon. Untuk peristiwa-peristiwa yang selang terjadinya cukup lama, waktu dinyatakan dalam satuan-satuan yang lebih besar, misalnya menit, jam, hari, bulan, tahun, dan abad.
1 hari = 24 jam
1 jam = 60 menit
1 menit = 60 sekon
Untuk kejadian-kejadian yang cepat sekali, dapat digunakan satuan milisekon (ms) dan mikrosekon (μs).

F.) BESARAN DAN SATUAN
     Nah sekarang kita akan melangkah ke bahasan tentang arti besaran dan satuan. Besaran adalah sesuatu yang dapat dinyatakan dengan angka atau nilai dan memiliki satuan. Besaran memerlukan angka dan angka dari besaran itu memerlukan pengiring. Pengiring angka pada besaran itu disebut satuan. Jadi, satuan adalah ukuran dari besaran yang berupa angka atau nilai.
Untuk lebih memahami pengertian besaran dan satuan, perhatikan pernyataan-pernyataan berikut ini:
1. Seorang pembalap mampu mengedarai sepeda motor dengan kecepatan 200 km/jam.
2. Panjang penggaris Budi 32 cm.
3. Putri ke sekolah memerlukan waktu 30 menit.
4. Tinggi pohon mangga di halaman hanya 30 jengkal.
Kecepatan, panjang, waktu,dan tinggi merupakan besaran, sedangkan 200, 30, 32 dan 10 merupakan nilai besaran. Sementara km/jam, cm, menit dan jengkal merupakan satuan.
Setelah mamahami besaran dan satuan, kita melangkah lebih lanjut ke macam besaran dan satuan. Besaran dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu besaran pokok dan besaran turunan. Besaran pokok meliputi: panjang, massa, waktu, suhu. Besaran turunan meliputi: luas, volume, berat, gaya, kecepatan, percepatan, tekanan, dan lain-lain. berdasarkan besar dan arahnya, besaran dibedakan menjadi dua yaitu besaran vektor dan besaran skalar. Besaran vektor merupakan besaran yang memiliki besar dan arah, contohnya adalah perpindahan dan kecepatan. Besaran skalar merupakan yang hanya memiliki besar tapi tidak memperhatikan arah besarannya, contohnya adalah jarak dan kelajuan.  

G.) SATUAN BAKU DAN SATUAN TIDAK BAKU
      Satuan pengukuran dibedakan menjadi dua, yaitu satuan baku dan satuan tak baku. Satuan baku adalah satuan yang ditetapkan sebagai satuan pengukuran secara umum (internasional). Hal ini dikarenakan pengukuran dengan satuan baku dapat dinyatakan dengan jelas dan dapat dipakai untuk memeriksa ketepatan suatu instrumen. Satuan baku adalah satuan bilangan jika digunakan dalam pengukuran hasilnya untuk setiap orang sama.

H.) BESARAN TURUNAN
       Besaran-besaran yang dapat diukur selain 7 (tujuh) besaran pokok pada Tabeldi atas, tergolong sebagai besaran turunan. Misalnya, luas ruang kelas. Jika ruang kelas berbentuk persegi, maka luasnya merupakan hasil perkalian panjang dengan lebar. Perhatikan, bahwa panjang dan lebar merupakan besaran pokok panjang. Dalam SI, panjang diukur dengan satuan meter (m). Maka, luas dalam SI memiliki satuan meter x meter, atau meter persegi (m²).

I.) LUAS
     Untuk benda yang berbentuk persegi, luas benda dapat ditentukan dengan mengalikan hasil pengukuran panjang dengan lebarnya.

J.) VOLUME
      Volume yaitu besaran turunan yang disusun dari besaran pokok panjang. Volume benda padat yang bentuknya teratur, contohnya  balok, dapat ditentukan dengan mengukur terlebih dulu panjang, lebar, dan tingginya, kemudian mengalikannya. Jika mengukur panjang, lebar, dan tinggi balok menggunakan satuan sentimeter (cm), maka volume balok yang diperoleh dalam satuan sentimeter kubik (cm³). Jika, panjang, lebar, dan tinggi diukur dalam satuan meter (m), maka volume yang diperoleh bersatuan meter kubik (m²). Zat cair tidak memiliki bentuk yang tetap. Bentuk zat cair selalu mengikuti bentuk wadahnya. Oleh karena itu, jika zat cair dituangkan ke dalam gelas ukur, ruang gelas ukur yang terisi zat cair sama dengan volume zat cair tersebut. Volume zat cair dapat dibaca pada skala sesuai ketinggian permukaan zat cair di dalam gelas ukur tersebut.

K.) KONSENTRASI LARUTAN
      Salah satu besaran yang dapat digunakan adalah konsentrasi larutan (K) . Ada banyak cara untuk merumuskan konsentrasi larutan. Edo melarutkan 20 gram gula ke dalam 2 liter air. Berapakah konsentrasi larutan gula yang terbentuk dalam satuan g/L?. Pada contoh larutan tadi, konsentrasi dapat dirumuskan sebagai massa gula (zat terlarut) dibagi dengan volume air (zat pelarut) yaitu :

K= Massa Terlarut = 20 gram = 10 gram/liter
      Volume Pelarut     2 liter

L.)  LAJU PERTUMBUHAN
       Besaran panjang dan waktu dapat digunakan untuk menentukan pertumbuhan tanaman. Misalkan, menanam jagung. Pada pengukuran awal, diperoleh tinggi tanamanmu 20 cm. Dalam waktu 10 hari, tingginya menjadi 60 cm. Maka dapat ditentukan laju pertumbuhan jagung itu, yakni :

Laju pertumbuhan = Pertambahan tinggi = ( 60-20 ) = 40 = 4 cm / hari.
                                     Selang Waktu            2 liter

Itulah artikel kami semoga bisa memberikan wawasan  dan juga bisa bermanfaat bgai baca khususnya.

0 Response to "Pengukuran Sebagai Bagian dari Pengamatan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel