Pengertian Pemuda pemudi

Tmanilmu.com - Siapakah Pemuda itu ? Pemuda adalah warga negara Indoensia yang memasuki Periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 ( enam belas ) sampai 30 ( tiga puluh ) tahun. Pasal 1 Angka 1 UU No. 40/ 2009 Tentang Pemuda .

Kiprah Pemuda dalam Sejarah :
  1. Tahun 1908 dengan mometum kebangkitan Nasional,
  2. Tahun 1928 dengan lahirnya Sumpah Pemuda,
  3. Tahun 1945 dengan dengan merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
  4. Tahun 1973 terbentuk KNPI melalui deklarasi Pemuda,
  5. Tahun 1998 dengan semangat kejuangan yang kritis, dinamis dan Rasional untuk menegakan demokrasi, keadilan dan supermasi hukum yang berakumulasi secara sinergi dengan lahirnya era reformasi.
Tokoh-tokoh Kebangkitan Nasional :
  1. dr. Suetomo
  2. dr. Wahidin Sudirohusodo
  3. dr. Tjipto Mangoenkuesoemo
  4. R.M. Suwardi Suryoningrat ( Ki Hadjar Dewantara )
  5. dr. Douwes Dekker
  6. Radjiman Wedyodiningrat
  7. M. Soelaiman
  8. RAA Tirtokusumo
  9. dr. Goembrek
  10. dr. Angka
  11. dr. Gunawan
Tokoh-tokoh Sumpah Pemuda
Kongres Pemuda Pertama Tanggal 30 April sampai dengan 2 Mei 1926

Panitia Kongres:
Ketua              : Mohammad Tarbani (Jong Java) 21 tahun
Wakil Ketua    : Soemarto (Jong Java) 21 tahun
Sekretaris        : Djamaluddin Adinegoro (Jong Sumatranen Bond)
Bendahara       : Soewarso (Jong Java)

Anggota :
  • Bahder Djohan (Jong Sumatranen Bond) 25 tahun
  • Jan Toule Soulehuwij (Jong Ambon)
  • Paul Pinontoan (Jong Celebes)
  • Achmad Hamami (Sekar Rukun)
  • Sanoesi Pane ( Jong Bataks Bond) 20 tahun
  • Sarbaini (Jong Sumatranen Bond) 
                                                                       
                                                             
 




 REALITAS KEBERADAAN ORGANSASI KEPEMUDAAN :
  • Jumlahnya semakin banyak tetapi tidak diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia yang memadai;
  • Idealisme pengurus dan anggota mulai tekikis oleh kepentingan pragmatis;
  • Lebih cenderung berorientasi kepada kepentingan politik dari pada sosial kemasyarakatan;
  •  Belum mampu mandiri dan masih tergantung kepada pihak lain;
  • Belum mampu memainkan peran secara maksimal dalam merespons persoalan sosial kemasyarakatan;
  • Masih berorientasi kepada kuantitas dari pada kualitas;
  • Amanat AD/ART organisasi tidak dapat dijalankan secara konsisten, sehingga AD/ART hanya berfungsi sebagai acuan formal tapi tak mampu digunakan sebagai alat pemicu untuk mencapai tujuan organisasi.
PROBLEMATIKA ORGANISASI KEPEMUDAAN :

  • Lemahnya manajemen kesekretariatan dan perkantoran;
  • Sumber pendanaan tidak konkrit;
  • Konsolidasi organisasi tidak berjalan dengan baik;
  • Penyelenggaran program menghadapi banyak kendala;
  • Proses kaderisasi dan regenerasi umumnya tidak berjalan secara normal, kecuali organisasi kemahasiswaan;
  • Usia pimpinan tergolong tidak muda atau banyak yang sudah tua-tua;
  • Peran strategis organisasi kepemudaan belum dapat dimanfatkan secara maksimal.
PROBLEMATIKA ORGANISASI KEPEMUDAAN :
  • Lemahnya manajemen kesekretariatan dan perkantoran;
  • Sumber pendanaan tidak konkrit;
  • Konsolidasi organisasi tidak berjalan dengan baik;
  • Penyelenggaran program menghadapi banyak kendala;
  • Proses kaderisasi dan regenerasi umumnya tidak berjalan secara normal, kecuali organisasi kemahasiswaan;
  • Usia pimpinan tergolong tidak muda atau banyak yang sudah tua-tua;
  • Peran strategis organisasi kepemudaan belum dapat dimanfatkan secara maksimal.
Pembangunan  adalah Suatu proses perubahan ke arah yang lebih baik melalui upaya yang dilakukan secara terencana. 

Potret kebijakan pembangunan nasional dapat dilihat dari analisis konsep pembangunan dari tiga periode :
  • Kebijakan Orde Lama dimulai pada tahun 1947 yang mulai merencanakan pembangunan di Indonesia dengan lahirnya “Panitia Pemikir Siasat Ekonomi”. 
  • Pelaksanaan pembangunan nasional yang dilaksanakan pemerintah Orde Baru berpedoman pada trilogi pembangunan dan delapan jalur pemerataan. 
  • Sementara di era Reformasi pembangunan bersifat partisipatif, dapat di kontrol langsung oleh rakyat, dan didasari rumusan dasar demokrasi, yakni oleh dan untuk rakyat.
     
Konsep Pembangunan Masa Orde Lama :
“Panitia Pemikir Siasat Ekonomi”. Perencanaan pembangunan 1947 ini masih mengutamakan bidang ekonomi yakni “mengubah ekonomi kolonial menjadi ekonomi nasional”. Mengingat urgensi yang ada pada waktu itu (meskipun di dalamnya tidak mengabaikan sama sekali masalah-masalah nonekonomi khususnya masalah sosial-ekonomi, masalah perburuhan, aset Hindia Belanda, prasarana, dan lain-lain yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial). nasional”

Konsep Pembangunan Masa Orde Baru
Trilogi pembangunan :
  • Pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya menuju kepada terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat. 
  • Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi.
  • Stabilitas nasional yang sehat dan dinamis.  
Konsep Pembangunan Orde Reformasi 
Partisipatif  Rakyat :
Pada masa ini memberi kebebasan dalam menyampaikan pendapat, partisipasi masyarakat mulai terangkat kembali. Hal ini terlihat dari munculnya partai-partai politik dari berbagai golongan dan ideologi. Masyarakat bisa menyampaikan kritik secara terbuka kepada pemerintah. Di samping kebebasan dalam menyatakan pendapat, kebebasan juga diberikan kepada pers.

PERAN STRATEGIS ORGANISASI KEPEMUDAAN YANG DIHARAPKAN
  • Organisasi Kepemudaan dapat memainkan peran strategis sebagai mitra Pemerintah dan masyarakat dalam melaksanakan pembangunan nasional serta mengantisipasi dan menanggulangi perubahan dan perkembangan global ;
  • Organisasi Kepemudaan dapat menempa pemuda bersikap sensitif dan menjadi wahana memperkuat empati sosial serta memiliki kepedulian terhadap masalah-masalah nasional dan internasional;
  • Organisasi Kepemudaan menjadi kawah candradimuka untuk menempa para pemuda sebagai kader-kader pemimpin bangsa pada masa kini dan masa yang akan datang;
  • Organisasi Kepemudaan menjadi sarana konglomerasi pemikiran, gagasan dalam upaya mencapai kemajuan bangsa;
  • Organisasi Kepemudaan dapat memanfaatkan KNPI sebagai wadah berhimpun agar menjadi ujung tombak dalam pembangunan kepemudaan untuk menciptakan pemuda yang maju yakni pemuda yang berkarakter, berkapasitas, dan berdaya saing.
REVITALISASI ORGANISASI KEPEMUDAAN :
  • Menjadikan organisasi kepemudaan sebagai wadah pengembangan potensi pemuda yang handal;
  • Menjadikan organisasi kepemudaan sebagai organisasi yang melaksanakan prinsip good governance;
  • Menjadikan organisasi kepemudaan sebagai kawah candradimuka bagi kader-kader pemimpin bangsa;
  • Menjadikan organisasi kepemudaan sebagai organisasi yang berdaya dan mandiri;
  • Menjadikan anggota/pengurus organisasi kepemudaan sebagai pemuda yang progresif dan berpikiran maju.
TUJUAN PEMBANGUNAN KEPEMUDAAN (Pasal 3 UU No. 40/2009 Tentang Kepemudaan) yaitu Terwujudnya pemuda yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, inovatif, mandiri, demokratis, bertanggung jawab, berdaya saing, serta memiliki jiwa kepemimpinan, kewirausahaan, kepeloporan, dan kebangsaan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

INTI TUJUAN PEMBANGUNAN KEPEMUDAAN :
  • Pemuda yang beriman dan bertakwa; (Karakter)
  • Berakhlak mulia; (Karakter)
  • Demokratis; (Karakter)
  • Bertanggungjawab; (Karakter)
  • Sehat, cerdas, kreatif, inovatif, dan mandiri; (Kapasitas)
  • Berjiwa kepemimpinan, kewirausahaan, kepeloporan, dan kebangsaan. (Karakter & Kapasitas)
  • Berdaya saing; (Daya Saing)
TUJUAN PEMBANGUNAN KEPEMUDAAN :
Menjadikan pemuda Indonesia sebagai pemuda yang maju yakni berkarakter, berkapasitas, dan berdaya saing

PERAN AKTIF PEMUDA SEBAGAI KEKUATAN MORAL  :
  • Menumbuhkembangkan aspek etik dan moralitas dalam bertindak pada setiap dimensi kehidupan kepemudaan;
  • Memperkuat iman dan takwa serta ketahanan mental-spiritual;
  • Meningkatkan kesadaran hukum.

PERAN AKTIF PEMUDA SEBAGAI KONTROL SOSIAL :
  • Memperkuat wawasan kebangsaan;
  • Membangkitkan kesadaran atas tanggung jawab, hak, dan kewajiban sebagai warga negara;
  • Membangkitkan sikap kritis terhadap lingkungan dan penegakan hukum;
  • Meningkatkan partisipasi dalam perumusan kebijakan publik;
  • Menjamin transparansi dan akuntabilitas publik; Memberikan kemudahan akses informasi.

PERAN AKTIF PEMUDA SEBAGAI AGEN PERUBAHAN :
  • Pendidikan politik dan demokratisasi;
  • Sumber daya ekonomi;
  • Kepedulian terhadap masyarakat;
  • Ilmu pengetahuan dan teknologi;
  • Olahraga, seni, dan budaya;
  • Kepedulian terhadap lingkungan hidup;
  • Pendidikan kewirausahaan;
  • Kepemimpinan dan kepeloporan pemuda.

TANGGUNG JAWAB PEMUDA :
Tanggung jawab pemuda dalam pembangunan nasional :
  • Menjaga Pancasila sebagai ideologi negara;
  • Menjaga tetap tegak dan utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia;
  • Memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa;
  • Melaksanakan konstitusi, demokrasi, dan tegaknya hukum;
  • Meningkatkan kecerdasan dan kesejahteraan masyarakat;
  • Meningkatkan ketahanan budaya nasional; dan/atau
  • Meningkatkan daya saing dan kemandirian ekonomi bangsa.
HAK PEMUDA :
1. Pemuda berhak mendapatkan :
  • Perlindungan, khususnya dari pengaruh destruktif;
  • Pelayanan dalam penggunaan prasarana dan sarana kepemudaan tanpa diskriminasi;
  • Advokasi;
  • Akses untuk pengembangan diri; dan
  • Kesempatan berperan serta dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, evaluasi, dan pengambilan keputusan strategis program kepemudaan.

ORGANISASI KEPEMUDAAN (Pasal 40)  yaitu :
  • Organisasi kepemudaan dibentuk oleh pemuda.
  • Organisasi kepemudaan dapat dibentuk berdasarkan kesamaan asas, agama, ideologi, minat dan bakat, atau kepentingan, yang tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  • Organisasi kepemudaan juga dapat dibentuk dalam ruang lingkup kepelajaran dan kemahasiswaan.
  • Organisasi kepemudaan berfungsi untuk mendukung kepentingan nasional, memberdayakan potensi, serta mengembangkan kepemimpinan, kewirausahaan, dan kepeloporan.
PENUTUP :

"Parang patah jangan dicela
  Elok disepuh dibara api
  Hang tuah bijak pernah berkata
  Tak pernah pemuda menyerah di bumi

         Untuk apa memeras kelapa
         Kalau tidak banyak santannya
         Untuk apa jadi pemuda
         Kalau tak bisa membangun bangsa
                   Walau debur ombak menerpa
                    Tak kan perahu berhenti laju
                    Walau hancur dihantam gempa
                     Pemuda Indonesia tetap bersatu

PENUTUP






0 Response to "Pengertian Pemuda pemudi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel