Seks Fitrahnya Manusia

Seseiorang ahli jiwa, Sigmund Freud mengatakan, pada manusia terdpat dua kekuatan, naluri, insting yang kuat mendorong manusia makan,menyediakan dan mencari  makanan. Tujuan agar dapat bekerja, berpikir dan menciptakan sesuatu. Sedangkan naluri seks yang dimiliki dan mendpatkan keturunan untuk melanjutkan generasi berikutnya :

Allah Juga menegasakan,

زُیِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّہَوٰتِ مِنَ النِّسَآءِ


'', Dibiasi hidup manusia itu dengan cinta syahwat ( Seks ) terhadap perepmuan.
 (QS.Ali.Imran (3): 14 )

    Tanpa disadari ,sejak bayi kita sudah diajarkan seks. Ini terlihat dari sikap orangtua yang membedakan antara bayi laki-laki dengan perempuan. Orangtua mengajarkan peran yang beda terhadap bayi laki-laki dan perempuan. Masilnya dengan pakaian, perkenalan dengan anggota keluarga, teman-teman,bahwa bayinya laki-laki atau perepuan.

   Meningkat ke usai awal masa kanak-kanak,minat terhadap seks makin besar. Ini dibuktikan dengan keingintahuan mengenai asal-usul bayi sangat besar pada anak-anak dan mereka banyak bertanya tentang masalah ini. Banyak anak membicarakan minat mereka terhadap seks dengan membicarakannya bersama teman-teman beriman kalau tidak ada orang dewasa, dengan melihat gambar-gambar pria dan wanita dewasa, dengan dalam pose yang merangsang, bermain seks dengan teman sejenis ataupun lawan jenis melalui masturbasi. Karena banyak orangtua menganggap permainan seks dan masturbasi sebagai perbuatan nakal, bahkan jahat maka aktivitas seperti itu biasanya dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

   Memasuki ahkir masa kanak-kanak, penggolongan peran seks makin tegas. Penggolongan peran seks ini berpengaruh pada perilaku dan penilaian dari anak-anak. Dalam  penampilan, pakaian, bahkan gerak-gerik, anak berusaha menciptakan kesan akan kesesuaian dengan peran seks. Pada saat duduk di kelas, anak sudah sadar akan penampilan yang dianggap sesuai dengan peran seks. Ini diperjelas lagi dengan adanya perbedaan dalam pakaian dan jenis permainan antara laki-laki dan perempuan. 
















0 Response to "Seks Fitrahnya Manusia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel